is bad news still good news in economy?

marilyn monroe quote

“bad news is good news. it sells,” katanya. kalau manusia digigit anjing, itu bukan berita. tapi kalau anjing digigit manusia, itu berita.

misalnya ada berita semacam ‘anjing digigit manusia’ di media ekonomi. lalu anjing yg digigit itu menyebabkan kerugian perusahaan, penurunan penjualan makanan anjing, buruknya citra manusia, kehilangan kepercayaan investor terhadap manusia, apakah itu masih berita bagus?

saya tidak berpikir kalau media ekonomi harus memberitakan yg indah-indah saja tentang makroekonomi, korporasi, atau apapun. meski nggak bisa dipungkiri kalau berita bagus tentang suatu perusahaan itu bisa menarik mereka untuk pasang iklan.

shoemaker dan reese (1996), dalam mediating the message: theories of influences on mass media content bilang, ada lima faktor yg mempengaruhi pemberitaan media. ini terdiri dari faktor individual, rutinitas media, organisasi, ekstra media (sumber berita, sumber penghasilan media, pihak eksternal), dan ideologi.

di ekonomi, saya lihat pengaruh sumber penghasilan media dari iklan ini cukup kental. ada media yg punya cara menarik pengiklan dengan membuat berita bagus ttg perusahaan itu, taruh di space besar, atau bahkan jadi headline. tapi ada juga yg membuat berita buruk karena merasa hal tersebut merupakan hal yg menarik. nah yg terakhir ini sepertinya mengincar sumber penghasilan dari pelanggan.

but however its fkkin way, do we forget about bill kovach & tom resentiel’s 9 elements of journalism? saya ga akan ngejabarin semuanya. tapi beberapa saja yg berkorelasi dengan pembahasan ini.

  • jurnalisme itu mengejar kebenaran. kalau di ekonomi, ini seperti penyajian angka dengan tepat dan fakta yang tepat.
  • jurnalisme itu disiplin verifikasi. tidak semua berita rumor itu benar. kalau suatu media menyajikan berita rumor untuk kepentingan tertentu dan mengesampingkan akurasi, lalu apa bedanya dengan yellow journalism?
  • independen terhadap sumber berita. ketika sudah dekat dengan narasumber, bukan berarti menulis positif ttg objek itu. pun ketika tidak suka dgn narasumber, lantas belum tentu semua tentangnya pun menjadi buruk. objektifivitas itu penting.
  • menjaga berita proporsional. maksudnya adalah bagaimana berita dibuat sesuai porsinya dan komprehensif. ketika bagus ya bagus sesuai porsinya. lalu ketika buruk pun buat sesuai porsinya juga.
  • mengutamakan hati nurani. this might be the most important thing after all. ketika berada dalam suatu kondisi dimana beberapa hal di atas sulit dijalankan karena tekanan tertentu, berarti sudah saatnya kembali ke hati nurani. dan mungkin harus berani menolak utk permintaan atasan yg ga sesuai dengan hal-hal di atas.

lalu seperti apa dong berita bagus di ekonomi? hmm. apapun sebenarnya. selama memenuhi elemen jurnalisme itu. dan berita anjing digigit manusia yg beneran ga akan masuk halaman ekonomi. 😀

killer chihuahua