as easy as ‘ctrl c + ctrl v’

hak kekayaan intelektual mencakup segala hasil produksi kecerdasan daya pikir. objek yang diatur dalam hak kekayaan intelektual adalah karya-karya yg timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. tapi apakah sesuatu baru diakui sebagai kekayaan intelektual setelah didaftarkan hak ciptanya?

ctrl c ctrl v

dulu dosen saya bilang kalau berita merupakan hak kekayaan intelektual. saat saya kuliah, dosen saya selalu menekankan mahasiswa untuk tidak melakukan plagiat. saya pun terbiasa untuk menjaga originalitas dalam menulis. dan ini terbawa sampai bekerja.

dengan banyaknya media online, mudah banget untuk melakukan copy paste. tinggal ganti sedikit kata-kata. voila! jadilah (seakan-akan) berita baru.

saling bertukar berita pun sangat umum bagi beberapa wartawan di beberapa media. mungkin karena tuntutan media online untuk menulis cepat atau dikejar target minimum penulisan berita per hari. tapi barter berita, meski ga baik, itu didasari atas suka sama suka. lalu bagaimana dong kalau ada wartawan yg copy paste tanpa credit atau seizin si penulis aslinya?

teknologi sebagai perpanjangan tangan manusia memang memudahkan kita melakukan apapun. di internet, kita dengan mudah mencari informasi apapun. namun dengan mudah melihat apapun, tentunya mudah juga meng-copypaste apapun.

plagiarism

plagiarisme bisa juga dibilang penjiplakan atau pencurian hasil karya orang lain. felicia utorodewo menggolongkan tindakan plagiarisme sebagai berikut:

  • mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri
  • mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
  • mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
  • mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri
  • menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
  • meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya
  • meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya

berbagai media bisa menulis isu atau gagasan yang sama. tapi penggunaan kata dan runutan logika berpikir yg sama? saya rasa ga mungkin.

sayangnya, secara hukum mencontek berita bukan merupakan pelanggaran hak kekayaan intelektual. namun karena tidak ada pelanggaran apapun dalam plagiarisme berita, apa yg bisa dilakukan oleh pihak yang dicontek? ga ada. palingan orang yg dicontek itu cuma bisa dongkol atau ngomel-ngomel. haha.

dalam organisasi wartawan pun sepertinya ga ada keeper yg tugasnya menjaga tulisan dari plagiarisme. saya rasa semestinya ada pengawasan ketat dari redaksi untuk melihat wartawannya nyontek atau ga. jangan karena takut ‘kebobolan’ berita, lantas malah mencontek ide atau tulisan orang lain. jurnalisme itu bukan sekedar menulis, tapi juga produksi kecerdasan daya pikir.

plagiat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s