when public relations mess, company’s got the shit

public relations hold an important role in the company. it has to build up good corporate image and good relations with the company’s various publics—such as stakeholders, employees, medias, and else. with such tasks, it’s kind of risky if you place the wrong people for this division.

publicrelations-0dfb1

well, i just had a bad experience with public relations. not gonna mention his real name. just initial: FAW. this guy’s from one of the construction state-owned public companies. 😀

he made such mistakes:

  • inconsistent with schedule

this work trip to surabaya was all so sudden. jumat pukul 2 siang, dapat telepon dari si humas. awalnya dia menginfokan utk berangkat sabtu pagi. lalu dia whatsapp dan bilang kalau berangkat malem itu juga, flight terakhir sekitar jam 10 malam. kemudian dia whatsapp lagi. jadinya berangkat jam setengah 8 malam. duar!

  • menyusahkan orang lain untuk kerjaannya sendiri

sampai bandara juanda sekitar jam 9 malam, tanpa ada yg jemput dari pihak perusahaan. kami pun akhirnya naik taksi. bukannya langsung ke hotel, si humas malah ngajak ke proyek perusahaannya. alasannya, mau ngambil ktp yg booking hotel.

sampai di proyek, dia minta saya menunggu. dia buka laptop dan tampaknya ngerjain sesuatu. kesal nunggu, saya tanya ke dia apakah masih lama. dia bilang sebentar lagi, tapi malah lanjut ngetik. saya sampai bilang, ”kalau mas ada kerjaan di sini, bukan urusan saya. saya mau balik hotel.”

tapi karena ga ada yg nganterin dari si perusahaannya, saya pun dibuat tetap nunggu. sakit kepala dan lapar karena belum makan malam.

akhirnya, baru sampai hotel jam 12 malam. dalam keadaan belum makan.

  • memanfaatkan pekerjaan untuk urusan pribadi

si humas ini orang malang. dari awal, dia ngajak ke malang setelah acara liputan. (fyi, liputan di hari sabtu dan flight pulang hari minggu.) tadinya saya pikir itu treat dari perusahaannya. namun ternyata inisiatif dia sendiri.

karena sudah kesal dibuat nunggu dia saat jumat malam, saya bilang kalau saya ga akan ikut ke malang. saya mau tetap di surabaya utk bertemu teman. kalimat pertamanya adalah, “nginep di rumah temennya?”

masalahnya jadi jelas. sepertinya, jatah ke surabaya dari kantornya cuma sampai sabtu. dia extend utk dirinya sendiri sampai minggu karena mau ke malang. alasannya, nyekar bapaknya. heh, urusan gw apa ikut nyekar bapak situ?

tegas saya bilang, “saya nginep di sini (hotel). kalau mau ke malang, pergi aja. kita ketemu di airport hari minggu.”

setelah pembicaraan itu, dia masih saja usaha mengulang ajakannya ke malang. zzzzz.

  • memberi harapan palsu

dia menjanjikan, ada direktur internasionalnya yg mau ngobrol sama saya. saya pikir, asik nih. berita eksklusif, banyak yg bisa ditanya. tapi setelah acara, dia pun ga nemuin saya dgn si direktur ini. pada akhirnya saya tagih, tapi dia malah berkelit. palsu. cih.

  • melempar kesalahan ke orang lain

saya ga tau ada konflik apa di dalam divisi humas perusahaan ini. dia pun menyalahkan staf humas lain atas masalah-masalah yg terjadi dalam memperlakukan wartawan. blaming others make you feel better or what? aren’t all of you supposed to be team?

public-relations

so.. this is the worst work trip that ever happened to me.

for public relations, it’s fatal to do shit and stain your own corporate image. and for company, please choose public relations who can and KNOW how to interact well with the public. for God’s sake, the name’s public relations!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s