Maleficent, good side of the evil

maleficent menjadi film walt disney fantasi masa kini terbaik versi saya. tidak seperti kebanyakan film yg menyajikan hidup si protagonis. maleficent justru menempatkan antagonis atau si orang jahat sebagai tokoh utama. tipikal film disney yg warna-warni, penuh nyanyian, dan cenderung naif pun ga kelihatan di sini.

tahu kan cerita princess aurora. jadi, maleficent ini adalah peri jahat yg mengutuk aurora saat kecil. ketika ada 3 peri yg sedang memberi jampi-jampi baik saat pesta perayaan kelahiran aurora, datang maleficent memberi kutukan.

selama ini, kita ga pernah tau kenapa bisa ada peri jahat yg muncul tiba-tiba di pesta kelahiran aurora. namun di film ini dijelaskan apa yg membuat peri tsb memberi kutukan.. so what could make a good fairy go bad? sebenernya sih ini cerita ttg sakit hatinya si maleficent dan balas dendam yg sedikit bergeser dari rencana.

maleficent

moral of the story:

1. selalu ada alasan di balik jahatnya seseorang. mungkin saja orang itu punya sakit hati yg terpendam. lalu dgn menjadi jahat, itu membuatnya merasa jadi lebih baik. so always see why. 🙂

2. true love’s kiss belum tentu dari pangeran. it could be from anyone, as long as that person truly loves you.

3. even the evil has a good side. ❤

4. good and bad is about perspective.

maleficent

the raise of the villain!

kenapa disney mencoba membalikkan posisi si penjahat sebagai orang pertama? sebenernya ini bukan kali pertama ada tokoh antagonis di film memiliki porsi utk penceritaan latar belakangnya. sebelumnya, universal juga pernah menampilkan secara behavioral kenapa para villains itu memilih utk menjadi jahat.

kalau nonton shrek, ada semacam bar tempat berkumpulnya para villains. di situ ada adegan beberapa tokoh seperti saudaranya cinderella, captain hook, dan lainnya saling bercerita kenapa mereka jadi jahat. ada yg karena dikhianati, iri, terpaksa, atau pernah jadi korban kejahatan orang lain. toh pada dasarnya, mereka bilang kalau punya cita-cita jadi orang yg lebih baik. mereka cuma tersesat di jalan yg salah.

saya lupa kutipan pastinya. tapi villains itu mengeluh dan bilang ingin punya happily ever after-nya masing-masing.

bahkan, shrek pun awalnya bukan tokoh baik. dia ogre, serem, suka nakut-nakutin manusia. lalu di film itu, malah si prince charming yg jadi tokoh antagonis licik dan sok kegantengan.

ke depannya, saya rasa akan ada lagi film-film yg memberi pertukaran sudut antagonis menjadi protagonis ini. sepertinya sih mereka ingin mempropagandakan bahwa yg terlihat jahat belum tentu memang jahat. well.. movie’s one the most effective way to embed ideas to others.

moral demands. never judge! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s