why be a missionary when pluralism is pretty?

Image

jujur wawasan saya soal agama ga luas. saya malah baru tau misionaris itu apa belum lama ini. kalau dari yg saya baca, para misionaris ini berusaha maksimal dalam melakukan propaganda terhadap dasar-dasar agama Kristen.

menurut kamus, misionaris ini punya dua arti. (1) orang yg melakukan penyebaran warta Injil kpd orang lain yg belum mengenal Kristus; (2) imam Kristen (Katolik) yg melakukan kegiatan misi. (tapi kayaknya definisi dari KBBI itu ada istilah yg kurang tepat ya. kalau mau protes ke yg bikin KBBI.. jangan ke saya. :p)

gini, kepercayaan itu ga bisa dipaksakan. menurut saya, bila seseorang ingin mengubah kepercayaannya, harus didasari atas keinginannya sendiri. bukan karena dipengaruhi orang lain.

saya sendiri kurang paham sejarah berbagai macam agama. kenapa Tuhan itu bisa berbeda di tiap agama. saya ga bisa berdebat soal teologi atau filsafat agama. tapi saya yakin kalau tiap agama intinya mengajarkan dan mengarahkan kebaikan. namun bukan berarti orang yg memilih untuk ga beragama itu ga baik..

saya cukup sadar kalau saya bukan seorang Islam yang taat. shalat saya masih bolong-bolong. saya ga hafal semua arti bacaan shalat yg berbahasa Arab itu. saya pernah baca artinya, tau isinya, tapi ga ingat. hehe. dan saya merasa kalau shalat tanpa mengerti bacaannya itu kurang tepat.

buat saya, shalat itu bentuk berserah diri aja ke zat yg dianggap Tuhan. proses berserah diri itu setelahnya bisa memberi ketenangan bagi yg melakukan. saya percaya, ibadah di setiap agama memiliki caranya masing-masing untuk mencapai ketenangan itu.

jadi ga perlu kalau sampai ada orang yg mencekoki suatu ajaran agama ke orang lain. dalam surat Al-Kafirun ayat 6 disebut, “lakum diinukum wa liya diin” yang artinya, “bagimu agamamu, bagiku agamaku.”

saya pernah dengar cerita Muhammad memberi makanan ke tetangganya yg berbeda kepercayaan. waktu itu istrinya memasak kambing utk tasyakuran dan Muhammad minta dia utk mengasih ke semua tetangganya, termasuk yg Yahudi. well, even the prophet teaches us not to dispute the difference.

lalu kenapa orang-orang di luar sana masih ada yg memerangi perbedaan kepercayaan? kalau di Islam ada FPI yg gila emang ngerusakin fasilitas umum atas nama agama. ngaco. tapi ini bukan di Islam aja, setiap agama ada garis kerasnya masing-masing.

saya kenal seorang yang bukan Islam dan pernah bilang, “aku toleransi sama apapun, kecuali soal agama.”

padahal, toleransi dan kebebasan jadi syarat mutlak bagi masyarakat plural maupun homogen. kebebasan berpikir, memilih, dan berkarya cuma mungkin terjadi ketika masyarakat dalam suatu wilayah siap untuk menerima perbedaan (toleran). serta mengakui bahwa perbedaan pandangan atau keyakinan itu ga bisa dipaksakan.

Image

kata Henry Rollins, “i think more tolerance, more people having more access to a chance to be literate, and a chance to stay healthy makes for a more peaceful planet.” 🙂

kemudian kata Voltaire, “what is tolerance? it is the consequence of humanity. we are all formed of frailty and error; let us pardon reciprocally each other’s folly – that is the first law of nature.”

sebenarnya indah kan kalau tiap golongan saling toleransi. lalu perbedaan itu harusnya ga jadi menimbulkan diskriminasi ke kelompok yg berbeda. kenapa harus saling benci dan menjatuhkan agama lain? toh sebagian besar dari kita bukan memilih jalan agama sendiri, tapi menerima agama sebagai warisan dari orang tua.

mengutip dari sebuah bacaan, pluralisme agama adalah upaya sadar untuk tidak sekedar menghormati pemeluk agama lain, tapi ikut pula bahu membahu bersama agama lain untuk membahas, bergerak membenahi bangsa, sosial-kemasyarakatan, politik, kebudayaan hingga pada membela bangsa ketika terjadi intimidasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. komunikasi semacam dialog antar umat beragama pun dianggap penting. supaya menghindari truth claim menjadi sesuatu yang merisaukan.

saya nulis ini ga ada maksud apa-apa. tapi saya menganggap kalau pluralisme itu yg memperkaya sekeliling kita. kalau kata Mother Theresa, “if we have no peace, it is because we have forgotten that we belong to each other.” uhuy!

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s